Friday, January 27, 2017

Cake by the Ocean




MASIH tergolong muda. DNCE, kelompok musik Amerika beraliran funk pop dan dance-rock mulai dikenal sejak September 2015. Di konser live, antusiasme dan daya hipnotis penonton yang jadi takarannya. Saya suka lengkingan suara Joe Jonas (lead vocal). Ritme dan melodi gitar sangat maskulin di tangan perempuan asal Korea Selatan, JinJoo Lee. Gaya nyentrik bassis, Cole Whittle. Tentu tidak lupa, hentakan perkusi energik Jack Lawless.

Yg hebat dari kelompok ini barangkali krn tiga nama terakhir tadi juga bisa berperan sebagai backing vocals. Sangat kompak. Warna DNCE banyak dipengaruhi beberapa musisi, seperti Earth, Wind and Fire (nuansa funk-dance) juga Led Zeppelin (rock). Tapi jika dengar teriakan sang vokalis, tidak berlebihan juga sih kalau ingatkan kita pada gaya bernyanyi Prince atau The Bee Gees. Oh ya, bagian yang saya suka dari video ini adalah saat mereka melompat beriringan. Seolah hari begitu ringan.  @aswan

Friday, January 20, 2017

Cerita Reagan di Saku Trump


SEPINTAS tidak ada hubungan yang mencolok antara Donald John Trump (Presiden AS ke-45) dan Ronald Wilson Reagan (Presiden AS ke-40). Yang dihebohkan kemarin justru kaitan antara Melania (istri Trump) dengan Michelle Obama karena kasus kutipan pidato. Sebenarnya masih dalam konteks yang serupa, yaitu contek-menyontek. Slogan kampanye Trump, “Make America Great Again” adalah slogan yang pertama kali digunakan Ronald Reagan dalam kampanye Pilpres AS tahun 1980. Mungkin sah-sah saja, maklum mereka berasal dari partai yang sama: Republik. Dalam hitungan, presiden AS terbanyak berasal dari partai ini (19 orang). Sementara Partai Demokrat baru 13 orang, yang terakhir Barack Obama.

Saturday, December 31, 2016

Untuk Janji Kedua


SEORANG ibu yang berjuang menjadi perempuan bahagia. Seorang anak yang menyimpan amarah kepada kedua orang tuanya, terkhusus sang ibunya. Mengapa hidup yang seharusnya berjalan maju tapi berubah seperti berjalan mundur dan menyeret semua ingatan yang lama ditutupi? Kasih tak sampai dan janji seorang pecinta, bersengkarut dengan pencarian seorang anak yang harus memasuki lorong waktu masa lalu ibunya. Film Surat dari Praha menata semua kesedihan itu menjadi gambar dan suara kesunyian yang indah.

Wednesday, December 28, 2016

(Fun with) Firecracker

We live in a culture where we’re bombarded with so much noise and so much insecurity. 
–Lisa Ling

MAYBE just in my town. You can hear firecracker even in every celebration. Any kind celebration. Town anniversary. On our Independent Day. Eid ul-Fitr and Eid ul-Adha festival. And of course when we welcome a new year. Muslim is majority in this town but you still can hear firecracker on Christmas night. I don’t know who they are, what they think when make some noise almost all day and night. But I’m sure, they hate silence. In China tradition, firecracker are used to dissipate the evil spirit. In my town, it has a 'new' function: as a sign that we are in a happy mode. Although I’m afraid everyone enjoy that noises. @aswan 

Friday, December 23, 2016

Jenius Ala Athena



KETIKA nama Athena Kuno (Yunani) disebut, siapa yang terlintas di benak kita? Socrates, Plato, Aristoteles? Bagaimana dengan nama-nama ini: Phidias, Thucydides, Hippodamus, Diogenes, atau Aspasia? Itu nama-nama asing (setidaknya bagi saya). Saya sendiri baru saja menganal lima nama terakhir itu dari The Geography of Genius karya Eric Weiner (2008). Bagaimana keadaan kota yang 'menghasilkan' orang-orang jenius tadi? Itu hal yang sejak lama membuat saya penasaran.

Sunday, December 11, 2016

TIK vs Makar


MINGGU yang dingin. Entah karena di luar cuaca mendung atau karena saya yang sedikit meriang. Lelah dari Jakarta masih terbawa sampai Kendari. Jadinya suhu ruang pertemuan hotel bintang tiga ini terasa lebih menusuk. Dijadwalkan, saya dan teman-teman dari Teknik Informatika akan mendongeng pukul 10 pagi. Tapi molor sampai sejam. Lumayan, menunggu satu setengah jam bisa diisi dengan menyeruput teh panas. Tiba-tiba terpikir kalau apa yang akan kami dongengkan di panel Pemda ini bisa digunakan untuk melawan demonstrasi hingga makar.

Thursday, December 1, 2016

Wajah Muslim Indonesia

sumber: blog.act.id

SEJUJURNYA judul ini terlalu berat untuk dibebankan pada tulisan yang dapat habis dibaca dalam sekali duduk. Sejak aksi 4 November 2016 lalu yang melibatkan banyak umat Islam, lahir sejumlah label negatif. Apalagi dari media asing. Meski secara tidak langsung disebutkan, tetapi aksi tandingan yang diadakan setelah itu membangun wacana yang memposisikan umat Islam Indonesia itu anti-keberagaman, tidak bisa menerima pluralisme, bahkan yang paling seram, mereka merencanakan makar (untuk mendirikan negara Islam). Menolak NKRI dan anti-Pancasila.