Wednesday, March 8, 2017

Tentang Empat Perempuan

(pojok kiri atas searah jarum jam)
Sachiko Murata, Karen Armstrong, Nawal El Saadawi, Jhumpa Lahiri

PADA hari Perempuan Internasional, saya ingin "berterima kasih" kepada Sachiko Murata, Karen Armstrong, Nawal El Saadawi dan Jhumpa Lahiri. Waktu posting kalimat singkat ini via FB, beberapa teman berkomentar dan mulai menyebut sejumlah nama. Mulai dari Aung San Suu Kyi sampai Maria Ozawa. Nama yang pertama, terlalu politis (yang kemudian terbukti tidak seideal citranya). Nah nama yang kedua, justru terlalu populis. Hehehe... Tapi saya ingin cerita sedikit tentang "perkenalan" saya dengan empat nama tadi.

Thursday, March 2, 2017

Ten Days to Kill



IT WAS AN AWKWARD INTERVIEW. My first experience in a formal situation using English as a language of conversation. For English in daily life, it's ok if we make some mistakes: the grammar of spelling the words. We can build a mutual understanding. But not in this interview. Every single word must be correct. There were three interviewers sitting on me. I don't know why it's so hard to find a good or proper diction. They are Indonesian. "Came on, why so serious.. Let's talk in Bahasa Indonesia. Ups... No, I'm just kidding. You play the rule." [wink]

Not sure, although I wish that they will choose me. But if I was them, exactly no doubt that talking and writing in English are a must for a candidate that will join in my team. It's a basic skill. Oh God, why life isn't simple as I want to be. Have a good job and honorable salary. Need ten days to know am I the one who they want or not. Need ten days to ask myself am I good enough for all my dream. And maybe need ten days to make a wasted wish. Sometimes life just like a roller coaster that we can guess how it will be ended. We just enjoy the circle and sensation because that what we look for. If you don't agree, presume that I'm just kidding. [wink] @aswan

*note:
gimana-gimana, blepotan kan Inggrisku? 😬

Friday, February 24, 2017

Candu yang Menolak Mati


SEJAK tinggal sementara di Bogor tahun 2014, ini salah satu kios langganan saya. Sampai awal 2017, petak kecil di Jalan Raya Cikaret (Cibinong) tersebut masih menjajakan beberapa suratkabar dan majalah. Tidak saja lokal dan nasional, ada juga yang berbahasa Inggris. Setidaknya sekali dalam seminggu saya meluangkan waktu ke sana. Entah Sabtu atau Minggu. Koran edisi akhir pekan rasanya lebih ringan. Di hari-hari lain, serius dan dapat ditebak isinya. Senjakala media cetak mungkin sedang terjadi, tetapi di sini mereka menolak untuk mati.

Sunday, February 19, 2017

Till There Was You


There were bells on a hill
But I never heard them ringing...
There were birds in the sky
But I never saw them winging... 
There was love all around
But I never heard it singing
No, I never heard it at all
Till there was you
~The Beatles

LIRIK lagu ini sudah ditulis lebih dulu oleh Meredith Willson (komposer lagu asal AS) tahun 1957. Enam tahun kemudian (1963) barulah lagu ini direkam dalam album With The Beatles edisi Inggris. Untuk didistribusikan di AS, tahun 1964 direkam dalam album Meet The Beatles! Oh ya, menurut saya.. komposisi ini jadi terasa sedikit beda karena dibawakan oleh generasi yang barangkali ayahnya pun belum lahir saat The Beatles manggung. Reneé Dominique Pionso berkebangsaan Philipina. Perempuan belia ini lahir 20 September 1998. Eh dia Virgo, ya?! Virgo yang ke-Libra-Libra-an. Hehehe... @aswan

Saturday, February 11, 2017

Islam Politik: Romantisme dan Represi



SETELAH Soeharto turun 1998, banyak partai politik (parpol) berbasis Islam terbentuk. Pasca euforia Pemilu 1999, perlahan selera publik pada parpol itu ikut memudar. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya dua kali masuk tiga besar yaitu di pemilu 1999 dan 2004. Yang kembali dan tetap berjaya adalah Golkar dan PDIP. Lalu dua pendatang baru: Partai Demokrat dan Gerindra. Ke mana Islam Politik?

Monday, February 6, 2017

Maliq & D'essentials: Untitled


BOLEH dibilang saya suka semua lagu Maliq & D'essentials. "Untitled" sepertinya jadi salah satu komposisi hopeless terbaik yang pernah saya dengar. Ini video versi live buat teman-teman yang suka musik pop dgn sentuhan jazz. Lead vocal, Angga Puradiredja begitu santainya berinteraksi dengan penonton. Dia juga beri ruang pada satu dua personilnya untuk bersuara. Selain menghibur mereka yang sedang patah hati, video "Untitled" ini seperti mempersilahkan mereka yang ingin menertawakan kesedihannya sendiri. @aswan

Friday, February 3, 2017

Ke Bintang, Kakek Bertandang


TAHUN Baru Cina selalu mengingatkan saya pada Kakek. Bukan karena dia merayakan. Bukan karena dia punya ikatan keluarga dengan yang merayakan. Juga bukan karena dia punya banyak teman yang merayakan (terus saya kebagian angpao gitu?!). Satu-satunya alasan yang membuat saya selalu mengingatnya adalah karena Tahun Baru Cina punya hubungan dengan laut. Saya dibesarkan di pulau, jadi laut adalah teman kami. Setidaknya, laut berpengaruh dalam keseharian kami.