Friday, February 24, 2017

Candu yang Menolak Mati


SEJAK tinggal sementara di Bogor tahun 2014, ini salah satu kios langganan saya. Sampai awal 2017, petak kecil di Jalan Raya Cikaret (Cibinong) tersebut masih menjajakan beberapa suratkabar dan majalah. Tidak saja lokal dan nasional, ada juga yang berbahasa Inggris. Setidaknya sekali dalam seminggu saya meluangkan waktu ke sana. Entah Sabtu atau Minggu. Koran edisi akhir pekan rasanya lebih ringan. Di hari-hari lain, serius dan dapat ditebak isinya. Senjakala media cetak mungkin sedang terjadi, tetapi di sini mereka menolak untuk mati.

Sunday, February 19, 2017

Till There Was You


There were bells on a hill
But I never heard them ringing...
There were birds in the sky
But I never saw them winging... 
There was love all around
But I never heard it singing
No, I never heard it at all
Till there was you
~The Beatles

LIRIK lagu ini sudah ditulis lebih dulu oleh Meredith Willson (komposer lagu asal AS) tahun 1957. Enam tahun kemudian (1963) barulah lagu ini direkam dalam album With The Beatles edisi Inggris. Untuk didistribusikan di AS, tahun 1964 direkam dalam album Meet The Beatles! Oh ya, menurut saya.. komposisi ini jadi terasa sedikit beda karena dibawakan oleh generasi yang barangkali ayahnya pun belum lahir saat The Beatles manggung. ReneĆ© Dominique Pionso berkebangsaan Philipina. Perempuan belia ini lahir 20 September 1998. Eh dia Virgo, ya?! Virgo yang ke-Libra-Libra-an. Hehehe... @aswan

Saturday, February 11, 2017

Islam Politik: Romantisme dan Represi



SETELAH Soeharto turun 1998, banyak partai politik (parpol) berbasis Islam terbentuk. Pasca euforia Pemilu 1999, perlahan selera publik pada parpol itu ikut memudar. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya dua kali masuk tiga besar yaitu di pemilu 1999 dan 2004. Yang kembali dan tetap berjaya adalah Golkar dan PDIP. Lalu dua pendatang baru: Partai Demokrat dan Gerindra. Ke mana Islam Politik?

Monday, February 6, 2017

Maliq & D'essentials: Untitled


BOLEH dibilang saya suka semua lagu Maliq & D'essentials. "Untitled" sepertinya jadi salah satu komposisi hopeless terbaik yang pernah saya dengar. Ini video versi live buat teman-teman yang suka musik pop dgn sentuhan jazz. Lead vocal, Angga Puradiredja begitu santainya berinteraksi dengan penonton. Dia juga beri ruang pada satu dua personilnya untuk bersuara. Selain menghibur mereka yang sedang patah hati, video "Untitled" ini seperti mempersilahkan mereka yang ingin menertawakan kesedihannya sendiri. @aswan

Friday, February 3, 2017

Ke Bintang, Kakek Bertandang


TAHUN Baru Cina selalu mengingatkan saya pada Kakek. Bukan karena dia merayakan. Bukan karena dia punya ikatan keluarga dengan yang merayakan. Juga bukan karena dia punya banyak teman yang merayakan (terus saya kebagian angpao gitu?!). Satu-satunya alasan yang membuat saya selalu mengingatnya adalah karena Tahun Baru Cina punya hubungan dengan laut. Saya dibesarkan di pulau, jadi laut adalah teman kami. Setidaknya, laut berpengaruh dalam keseharian kami.

Friday, January 27, 2017

Cake by the Ocean




MASIH tergolong muda. DNCE, kelompok musik Amerika beraliran funk pop dan dance-rock mulai dikenal sejak September 2015. Di konser live, antusiasme dan daya hipnotis penonton yang jadi takarannya. Saya suka lengkingan suara Joe Jonas (lead vocal). Ritme dan melodi gitar sangat maskulin di tangan perempuan asal Korea Selatan, JinJoo Lee. Gaya nyentrik bassis, Cole Whittle. Tentu tidak lupa, hentakan perkusi energik Jack Lawless.

Yg hebat dari kelompok ini barangkali krn tiga nama terakhir tadi juga bisa berperan sebagai backing vocals. Sangat kompak. Warna DNCE banyak dipengaruhi beberapa musisi, seperti Earth, Wind and Fire (nuansa funk-dance) juga Led Zeppelin (rock). Tapi jika dengar teriakan sang vokalis, tidak berlebihan juga sih kalau ingatkan kita pada gaya bernyanyi Prince atau The Bee Gees. Oh ya, bagian yang saya suka dari video ini adalah saat mereka melompat beriringan. Seolah hari begitu ringan.  @aswan

Friday, January 20, 2017

Cerita Reagan di Saku Trump


SEPINTAS tidak ada hubungan yang mencolok antara Donald John Trump (Presiden AS ke-45) dan Ronald Wilson Reagan (Presiden AS ke-40). Yang dihebohkan kemarin justru kaitan antara Melania (istri Trump) dengan Michelle Obama karena kasus kutipan pidato. Sebenarnya masih dalam konteks yang serupa, yaitu contek-menyontek. Slogan kampanye Trump, “Make America Great Again” adalah slogan yang pertama kali digunakan Ronald Reagan dalam kampanye Pilpres AS tahun 1980. Mungkin sah-sah saja, maklum mereka berasal dari partai yang sama: Republik. Dalam hitungan, presiden AS terbanyak berasal dari partai ini (19 orang). Sementara Partai Demokrat baru 13 orang, yang terakhir Barack Obama.